Home / Tsaqafah / AFRIKANISTAN

AFRIKANISTAN

Cahaya Islam di Benua Afrika

idris-alooma

Apa yang pertama kali tergambar di benak anda ketika tersebut nama di atas, AFRIKA? Yaah, pastilah hanya tertuju pada satu hal, yakni warna hitam legam. Orang hitam yang hidup susah dan jauh dari kemakmuran. Namun, ternyata Islam yang universal; berlaku untuk siapapun di muka bumi ini telah berhasil menyinari kehitaman di benua Afrika ini. Islam mengangkat derajat mereka dengan ketakwaan selama rentang waktu 800 M hingga 1894 M.

Tercatat dalam sejarah bahwa syariat Allah dan Rasul-Nya pernah tegak mengangkat keadilan bagi benua ini, melalui beberapa negara Islam.

Beberapa muarrikh/sejarawan berbeda pendapat tentang kapan awal mula negara Islam muncul di Afrika, namun yang paling dikuatkan adalah yang disampaikan Fadel Claud al Dako (فضل كلود دكو) dalam karyanya “Islamic Culture in Chad in The Golden Age of Empire of Kanem 1200-1600” yakni bermula pada abad ke-8 M.

Sebelumnya imperium Kanem Borno ini adalah penganut paganisme. Lalu, karena banyaknya penduduk yang masuk Islam di kota Borno, Sudan. Raja mereka yang bernama السلطان أومي جلمي atau Omi Galma, raja imperium Kanem-Borno ke-12 dengan izin Allah pun akhirnya masuk Islam. Raja ini menjadi muslim hingga ajalnya menjemput di umur 120 th.

Fakta keislaman beliau berdasarkan pada pembukaan surat resmi kenegaraan mereka (yang disebut muharram محرم) diawali dengan basmalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad. Negara ini berkembang hingga menguasai Negara Chad, Nigeria, Niger, sebagian Sudan, serta Libia. Berjaya mencerahkan dan menyejahterakan Afrika hingga penjajah Prancis datang pada tahun 1894 M dan merusak mereka.

Masuknya Islam penuh dengan kedamaian, melalui tangan seorang dai yang bernama Muhammad bin Mafa.

 Sulthan Fatah 1.000

Tahukah Anda, bahwa dari imperium syariah Kanem Barno ini ada satu sosok sultan yang diberi kemenangan oleh Allah dalam 1.000 peperangan ?

Sultan Fatah ‘Sewu’, pernahkah anda mendengarnya? Alangkah baiknya kita pahami dulu arti nama sultan ini, sebelum dibahas lebih dalam.

‘Sewu’ merujuk kepada bahasa jawa berarti menunjukkan jumlah 1.000. Adapun ‘fatah’ adalah kosakata yang berasal dari arab, artinya adalah kemenangan. Jadi, Sultan Fatah Sewu kami maksudkan sebagai sultan islam yang dianugerahi oleh Allah 1.000 kemenangan pertempuran.

Siapakah ia ? Sulthan ini adalah Afro-man. Berasal dari Afrika. Kesultanan imperium Kanem-Barno.

Namanya adalah Sultan Idris Aloma, terlibat dalam 330 perang besar, 1.000 medan konflik dan mampu memenangkan musuh-musuhnya setiap kali berkonfrontasi, tanpa terkecuali.

Beliau meluaskan wilayahnya hingga ke seluruh penjuru Afrika. Membangun masjid-masjid di setiap sudut, mengayomi para janda dan anak yatim. Di masa pemerintahan beliaulah negara dalam keadaan berkah dan makmur, Islam tersebar dengan damai serta Afrika dipenuhi dengan kedamaian bagi semua ras, suku dan agama.

Ahmad bin Porto, seorang sejarawan yang hidup pada masa beliau menjelaskan sosok kepribadian sang sulthan:

“Sulthan Idris Aloma adalah sosok pemimpin yang teguh dalam menegakkan Al Quran dan As Sunnah. Sangat benci terhadap kebidahan.” (Kitab Tarikh Idris Aloma wa Ghazawatuhu).

Pada tahun 1603 M, beliau terkena bidikan panah musuh saat memimpin ekspedisi jihadnya di sebuah daerah pedalaman yang saat ini disebut sebagai Kameron. Syahid, wala nuzakki alallahi ahadan. Aamiin.

Semoga Allah hadirkan kembali sosok2 pemimpin ummat seperti beliau, atau lebih hebat lagi.

 

Penulis: Akbar Fachreza

Editor: Yazid Abu Fida’

Baca Juga

KHALIFAH YANG JENIUS

THE MAGIC PARFUM Selain menajalankan tugas kenegaraan, dalam sejarah para pemimpin Islam, sering kita dapati ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!