Home / Konsultasi / Apakah Sekarang Masih ada Lailatul Qadar?

Apakah Sekarang Masih ada Lailatul Qadar?

Lailatul QadarPertanyaan:

Al-Quran telah diturunkan 1400 tahun yang lalu yang bertepatan dengan Lailatul qadar, apakah sekarang masih ada Lailatul qadar, padahal Al-Quran sudah selesai diturunkan?

Jawaban:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, diturunkan di dalamnya Al-Quran. Di dalamnya juga ada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ketika bulan Ramadhan datang Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

Sesungguhnya bulan ini (bulan ramadhan) telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan (mendapatkan)nya maka ia diharamkan dari kebaikan seluruhnya. Dan tidak ada yang diharamkan dari kebaikan kecuali orang yang terhalang dari kebaikan.” (HR. Ibnu Majah, An Nasaa’I dan Ahmad)

Dalil tentang keutamaan malam Lailatul qadar sangat banyak sekali baik dalam Al-Quran seperti dalam surat al-Qadr, maupun as-sunnah. Bahkan Rasulullah saw selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan untuk mendapatkan keutamaan Lailatul qadar serta memerintahkan kepada kaum muslimin untuk mendapatkannya. Diriwayatkan dari Aisyah,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُولُ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Rasulullah n beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dan Beliau bersabda: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari).

Sabda Rasulullah n:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad).

Tentunya Rasulullah n tidak akan memerintahkan mencarinya jika Lailatul qadar itu sudah tidak ada, dan mustahil Rasulullah n memerintahkan sesuatu yang sia-sia.

Dari beberapa dalil di atas sangat jelas bahwa Lailatul Qadar tetap ada setiap tahunnya pada bulan Ramadhan hingga hari kiamat. Bahkan ada riwayat yang lebih jelas lagi tentang hal ini yang berasal dari sahabat Abu Dzar yang berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَفِي رَمَضَانَ هِيَ أَوْ فِي غَيْرِهِ قَالَ بَلْ هِيَ فِي رَمَضَانَ قَالَ قُلْتُ تَكُونُ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ مَا كَانُوا فَإِذَا قُبِضُوا رُفِعَتْ أَمْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ بَلْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Wahai Rasulullah, beritahu aku tentang Lailatul Qadr, apakah malam itu pada bulan Ramadhan ataukah pada selainnya?” Beliau berkata: “Pada bulan Ramadhan”. (Abu Dzar) berkata,”(Berarti sudah ada) bersama para nabi terdahulu? Lalu apakah setelah mereka wafat (malam Lailatul Qadr tersebut) diangkat? Ataukah malam tersebut akan tetap ada sampai hari Kiamat?” Nabi menjawab: “Akan tetap ada sampai hari kiamat…” (HR. Ahmad, no. 20253).

Kemudian Ibnu Katsir berkata: “Pada hadits ini ada isyarat seperti yang telah kami sebutkan (pada hadits pertama), bahwa Lailatul Qadr akan tetap terus berlangsung sampai hari Kiamat pada setiap tahunnya. Tidak seperti apa yang dikatakan oleh sebagian kaum Syi’ah bahwa Lailatul Qadr sudah diangkat (tidak akan terjadi lagi).

Adapun turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar seperti yang tertera dalam surat Al-Qadr maksudnya adalah turunnya Al-Quran secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah langit dunia, kemudian diturunkan kepada Rasulullah n secara berangsur -angsur selama 23 tahun. Sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas yang menjelaskan mengenai nuzulul Qur’an, yaitu waktu diturunkannya permulaan Al Qur’an. Ibnu ‘Abbas berkata, “Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul n sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 23 tahun.” (HR. Ath Thabari, An Nasai dalam Sunanul Kubro, Al Hakim dalam Mustadroknya, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi). Wallahu alam bishshawab.

Dijawab oleh Ustadz Arif Manggala, Lc

Editor: Yazid Abu Fida’

Baca Juga

Bermain di Waktu Senja

Pertanyaan: Maaf ustadz, benarkah anggapan orang bahwa apabila waktu sudah senja menjelang magrib anak-anak kecil ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!