Home / Konsultasi / Bermain di Waktu Senja

Bermain di Waktu Senja

Pertanyaan:

Maaf ustadz, benarkah anggapan orang bahwa apabila waktu sudah senja menjelang magrib anak-anak kecil harus segera masuk rumah dan tidak boleh berkeliaran di luar rumah? Saya pernah mendengarnya dari orang-orang tua dulu juga begitu.

 

 

Jawaban:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.

Bermain bagi anak-anak adalah hal sangat mengasyikkan, apalagi jika permainan itu dengan teman-teman sebayanya. Bahkan para ahli pendidikan anak menganjurkan supaya anak-anak lebih banyak menggunakan waktu mereka di luar ruangan. Terlebih ketika kita hidup di zaman yang segalanya serba memakai gedget, di mana hal itu membuat seseorang kurang bersosialisasi dengan lingkungan.

Namun ternyata banyak anak-anak dari sebagian kaum muslimin yang masih asyik bermain di luar rumah meski senja sudah mulai datang. Meski adzan maghrib sudah mulai berkumandang. Entah mereka terlalu asyik hingga lalai, atau orang tua mereka yang tidak tahu, atau juga orang tua mereka sedang sibuk.

Melarang anak-anak bermain di luar tatkala senja mulai datang mungkin pada sebagian orang dianggap sebagai sebuah “mitos”. Namun sesungguhnya hal itu merupakan tindakan yang benar dan ada dasarnya dari Rasulullah saw.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ – أَوْ أَمْسَيْتُمْ – فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.[HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini mengandung sejumlah ajaran kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah saw memerintahkan kita untuk melaksanakan adab-adab ini yang Allah jadikan sebagai sebab keselamatan dari gangguan setan. Setan tidak mampu membuka penutup wadah makan dan minum, tidak dapat membuka pintu dan tidak dapat mengganggu anak kecil dan selainnya jika terdapat sebab-sebab ini. Sebagaimana juga disebutkan dalam hadits shahih bahwa jika seorang hamba membaca basmalah ketika masuk rumahnya, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam.” Maksudnya kita tidak memiliki kekuatan untuk bermalam di rumah mereka.

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

(جُنْحُ اللَّيْلِ) maknanya adalah terbenamnya matahari.

Ibnu Jauzi berkata, “Dikhawatirkan pada anak-anak dalam waktu tersebut, karena najis yang selalu dicari-cari setan umumnya ada pada mereka sedangkan zikir yang dapat melindungi mereka umumnya tidak ada pada anak kecil. Sedangkan setan ketika bertebaran, mereka bergantungan dengan apa saja yang dengan apa saja yang mereka dapatkan. Maka dikhawatirkan bagi anak-anak waktu tersebut.”

Adapun latar belakang bertebarannya mereka pada waktu itu, karena waktu malam lebih mudah bagi mereka dibanding siang, karena gelap lebih mendatangkan kekuatan bagi setan dibanding lainnya.” (Fathul Bari, 6/341).

Sampai kapan orang tua harus menahan anak-anaknya agar tidak keluar rumah? Maka di sana ada riwayat dari Imam Muslim bahwa Nabi saw bersabda:

لاَ تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ

“Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal isya.” [HR. Muslim] .

Setelah berlalunya waktu isya maka tidak mengapa jika mereka keluar rumah atau ingin berkunjung ke rumah sanak kerabat atau untuk belajar bersama teman-temannya.

Kita sebagai orang tua hendaknya mengetahui adab-adab yang telah dituntunkan oleh Rasulullah saw terkait dengan waktu datangnya malam. Hal itu sebagai upaya orang tua dalam menjaga keselamatan anak-anaknya dari gangguan setan.  Wallahu a’lam bishshawab.

Dijawab oleh: Ust. Arif Manggala, Lc

Baca Juga

Bagaimana Memperlakukan Mushaf yang Rusak?

Pertanyaan: Bagaimanakah memperlakukan mushaf yang sudah rusak atau tidak lengkap? Jawaban: Alhamdulillah, shalawat dan salam ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!