Home / Kabar Pondok / HALAQOH TAHFIDZ QUR’AN

HALAQOH TAHFIDZ QUR’AN

Foto Tahfidz 3 Foto Tahfidz 1Foto Tahfidz 4 jpegFoto Tahfidz 5jpegFoto Tahfidz 2

Taujih News. Tidak cukup dibekali dengan ulumusy syar’I (ilmu syar’i) semata, akan tetapi santri juga sangat membutuhkan hafalan Al-Quran yang berkualitas. Terlebih nantinya mereka ditugaskan dibergai saentero nusantara sebagai pendidik, pengemban dakwah dan pembaru ummat ini. Selain itu, merupakan tanggung jawab kami dalam menyiapkan out put atau alumni yang berkualitas serta berpemahaman Al Quran dan As Sunnah dan mempunyai hafalan dan bacaan Al Qur’an yang mempuni. Dengan kesadaran tersebut pondok pesantren Islam Darusy Syahadah mengoptimalkan program Tahfidzul Qur’an yang wajib diikuti oleh seluruh santri tanpa terkecuali.

Program ini di bawah tanggung jawab oleh bagian akademik pesantren yang dibantu oleh divisi bagian tahfidz dan nasyat atau kegitan. Program yang sudah berlangsung sejak berdirinya pesantren ini terus mengalami perubahan dan perbaikan menuju arah yang lebih baik. Target yang ditetapkan oleh pihak pesantren menjadi syarat kelususan setiap alumni. Adapun target yang harus dicapai adalah juz 30 untuk kelas TKS dan 1 TID, juz 1 untuk kelas 1 KMI dan 2 TID, juz 2 untuk kelas 2 KMI, juz 3 untuk kelas 3 KMI semester 1 dan Juz 30, 1, 2, 3 untuk semester 2.

Mekanisme menghafal para santri adalah dengan dibuatkan kelompok kecil sekitar 12 santri perkelompok dengan dibimbing satu ustadz. Kemudian diberikan waktu wajib menghafal yaitu ba’da subuh sampai jam 05.30 setiap hari sabtu, selasa dan rabu. Adapun untuk menambah waktu hafalan dikembalikan kepada masing-masing santri dengan memanfaatkan jam-jam kosong. Target yang tidak terlalu banyak membuat santri tidak merasa terbebani bahkan ada satu dua santri yang bisa menghatamkan hafalannya. “Saya menghafal tiap hari satu halaman, dan alhamdulillah bisa khatam hafalan. yang terpenting adalah komitmen untuk tetap istiqomah” kata seorang alumni sekaligus ustadz Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah tahun 2016-2017 yang tidak mau disebutkan namanya.

Dalam waktu wajib menghafal masing-masing kelompok diberikan kebebasan untuk memilih tempat yang dikira nyaman dan kondusif untuk menghafal,terikecuali kelas niha’i (kelas akhir) dan mudabbir (setara 2 SMA) yang difokuskan untuk menghafal di masjid. Adapun kelompok lain sangat bervariatif dalam memilih tempat menghafal. Bahkan sering kali berpindah tempat untuk mengurangi suasana jenuh. Ada beberapa kelompok yang menghafal di area halaman masjid, depan kelas, taman, serta di gasebo. Di waktu-waktu tahfidz suasana pesantren diliputi oleh suara-suara lantunan Al Qur’an serta pemandangan ustadz yang sedang menyimak hafalan santri-santrinya.

 

Reporter: Sofyan

Editor    : Yazid Abu FIda’

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

MOS (Masa Orientasi Santri) Th. 2017

Simo Taujih News. Mengawali tahun ajaran baru, 2017-2018, Bagian Kesantrian mengadakan MOS  (Masa Orientasi Santri). ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!