Home / Kabar Alumni / Hidup Hanya Sekali, Raihlah Ridho Ilahi

Hidup Hanya Sekali, Raihlah Ridho Ilahi

Oleh : Ust. Maftuhan, S. Pd.I

Untuk Khirrij (alumni) yang kita angkat pada edisi kali ini adalah Ust. Maftuhan. Beliau saat ini sebagai Mudir (direktur) Pondok Pesantren Fatimah Zahrah, Semarang Jawa tengah. Pondok pesantren khusus putri setingkat SMP dengan program unggulan Tahfidzul Qur’an.

Ust. Maftuhan berasal dari pesisir utara pulau Jawa (PANTURA), tepatnya Demak, Jawa Tengah. Ustadz yang murah senyum ini lahir 33 tahun silam, yaitu tahun 1982. Beliau memulai pendidikan untuk tingkat dasar dan menengah pertama di desanya.

Setelah lulus MTs tahun 1998, beliau memantapkan hatinya mendaftar di Pondok Pesantren Islam Darusy  Syahadah pada tahun yang sama.  Waktu itu Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah santrinya masih sedikit dan fasilitasnya sangat terbatas. Tidak seperti saat ini yang santrinya ribuan dan fasilitasnya lumayan lengkap. Walaupun demikian, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap belajar di pondok pesantren  tersebut.

Di Pondok pesantren yang berada di wilayah Boyolali ini, beliau masuk unit KMI (Kulliyatul Mu’alimin Al Islamiyyah) setingkat SMA, angkatan ke lima. Ust. Maftuhan belajar di Pondok Pesantren Islam Darusy  Syahadah selama empat tahun.  Setelah suka duka selama empat tahun di Pondok Pesantren Islam Darusy  Syahadah dilalui, akhirnya tahun 2002 beliau lulus.

Selepas lulus dari Pondok Pesantren Islam Darusy  Syahadah, beliau ditugaskan untuk mengamalkan dan mengajarkan ilmunya di sebuah pondok pesantren di daerah lampung. Terasa berat memang. Setelah empat tahun berpisah dengan kedua orang tua, ternyata ia masih harus pergi jauh ke seberang. Sehingga menjadikan jaraknya semakin jauh dengan kedua orang tua tercinta. Namun karena sudah menjadi kewajiban, ia tetap berangkat mengemban tugas suci ini.

Ternyata di tempat yang baru, tugas beliau semakin berat dan kesibukannya pun semakin padat. Karena selain mengajar beliau juga menjadi staf  kesantrian. Jam kerjanya pun tidak terbatas. Karena di pondok pesantren, beliau harus membimbing dan mengurusi para santri selama 24 jam. Berbekal ilmu yang dipelajari di Pondok Pesantren  Islam Darusy  Syahadah beliau berusaha menjalankan amanah yang dibebankan di pundak beliau dengan baik.

Di sela-sela kesibukannya, ustadz yang berasal dari kota wali ini menyempatkan diri kuliah di Universitas Muhammadiyah Metro Lampung. Di Universitas tersebut beliau mengambil Prodi Pendidikan Fisika. Karena beliau termasuk tipe orang yang tidak suka menyia-nyiakan waktu, walaupun sibuk beliau sempatkan untuk menambah ilmu dan pengalaman. Tahun 2007 lulus dari Universitas Muhammadiyah Metro dengan gelar sarjana pendidikan. Setelah lulus kuliah beliau masih tetap mengajar di pondok hingga tahun 2013.

Pertengahan tahun 2013, Ust. Maftuhan kembali ke Jawa. Di antara pertimbangannya agar lebih dekat dengan orang tua dan agar lebih bisa berbakti kepada keduanya. Karena sudah belasan tahun beliau berpisah dengan kedua orang tua, sejak belajar di Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah, tahun 2008 hingga tahun 2013. Walaupun di sela-sela itu beliau juga sempat pulang bertemu sebentar melepas rindu. Namun tidak lama beliau harus pergi lagi ke tempat tugas.

Di Jawa, ustadz yang motto hidupnya, hidup hanya sekali, raihlah ridha ilahi” ini mendapat tugas baru. Yaitu mengajar di Pondok Pesantren Fatimah Zahrah, Semarang Jawa tengah. Pondok pesantren khusus putri setingkat SMP dengan program unggulan Tahfidzul Qur’an. Di tahun pertama, beliau langsung diamanahi menjadi wakil mudir. Kemudian pada tahun ke dua beliau ditunjuk menjadi mudir. Di Pondok Pesantren Fatimah Zahrah, Ust. Maftuhan selain menjadi mudir, beliau juga mengajar mata pelajaran Fisika kelas 8 dan kelas 9.

Sebagaimana salah satu pesan beliau kepada para santri dan ustadz di Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah, ciptakan inovasi-inovasi, beliau juga membuat inovasi-inovasi. Di antara inovasi yang beliau buat di pondok yang beliau pimpin adalah mengadakan Kegiatan outbond rutin setiap triwulan dan Renang setiap bulan bagi para anak didiknya. Sehingga anak-anak tidak merasa jenuh dan bosan ketika belajar, karena sering berkegiatan yang bersifat refreshing.

Selain itu beliau juga memasukkan kurikulum tambahan, yaitu tataboga, tata busana dan thibbun nabawi. Termasuk ada peraturan unik dan menarik yang beliau buat, yaitu beliau melarang anak didiknya mengkonsumsi Mie Instant. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab bahwa Mie Instant banyak mengandung bahan berbahaya sehingga tidak baik bagi kesehatan dan mengurangi kederdasan. Padahal menghafalkan Al Qur’an dibutuhkan kecerdasan di samping kesungguhan.

Di akhri perbincangan kami dengan beliau, apa kesan beliau dapat belajar di pondok? Maka beliau menjawab, luar biasa, pendidikan di pondok adalah pendidikan yang terbaik untuk hari ini.

Adapun pesan beliau kepada para santri dan ustadz yang di Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah adalah jalani hidup di pondok sesuai aturan yang ada, ciptakan inovasi-inovasi, sehingga kita bisa benar-benar memaknai arti hidup di pondok dan seterusnya.Mudah-mudahan bisa istiqamah menjadi pondok percontohan dari seluruh kegiatan oleh pondok yang lain. Aamin.

 

Demikian

 

  • Nama Ust. Maftuhan, S. Pd.I
  • Angkatan 5 lulus tahun 2002
  • Tugas di Al-Muhsin Metro Lampung
  • Umur 33 lahir 1982
  • Asal Demak
  • 2003 ikut persamaan
  • UM Metro Prodi Pendidikan Fisika
  • Kuliah lulus 2007
  • Selama kuliah masih tetep ngajar di al muhsin
  • Masuk Pesantren Fatimah Zahra sejak tahu 2013
  • Awal kepindahan karena ingin dekat ortu
  • Setelah 1 setengah tahun di Faza, dingkat menjadi wakil mudir
  • Tahun berikutnya baru jadi mudir
  • Sekarang mengajar materi IPA kelas 8, 9, juga mengajar aqidah dan tarikh
  • Tingkat smp putri
  • Kesan : Luar biasa, pendidikan di pondok adalah pendidikan yang terbaik untuk hari ini. Jalani hidup di pondok sesuai aturan yang ada, ciptakan inovasi-inovasi, sehingga kita bisa benar-benar memaknai arti hidup di pondok dan seterusnya. Mudah mudahan bisa istiqomah menjadi pondok percontohandari seluruh kegiatan oleh pondok yang lain
  • Kegiatan Ekstra Kulikuler : Outbond rutin setiap triwulan
  • Kurikulum tambahan, tataboga, tata busana, thibbun nabawi
  • Renang setiap bulan
  • Motto hidup: hidup hanya sekali,raihlah ridho ilahi

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami