Home / Opini / Ketika Jenggot dan Celana Cingkrang jadi Trending Style

Ketika Jenggot dan Celana Cingkrang jadi Trending Style

JenggotJenggot dan celana cingkrang (di atas mata kaki) biasanya identik dengan cirri khas pakaian pria Muslim, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasululllah shalallahu ‘alayhi wa sallam bagi Muslimin untuk memelihara jenggot dan memakai pakaian di atas mata kaki.

Namun kini jenggot dan celana cingkrang juga tengah menjadi trend fashion di kalangan pria barat non-Muslim. Style ini telah digandrungi sejak beberapa tahun yang lalu, yang kini menjadi trending style kembali di dunia fashion.

Menurut seorang teman yang berdomisili di London, Inggris, jenggot dan gaya celana cingkrang sedang trend di kalangan pria Inggris. Meskipun tidak sama tetapi style yang mereka kenakan mirip dengan yang biasa dikenakan oleh pria Muslim.

Sebelumnya, pada 2011, ramai diberitakan bahwa para pria di Philadelphia, Amerika Serikat, mengadopsi gaya pakaian Muslim. Terlepas dari agama yang mereka yakini, para  pria Philadelphia, utamanya orang Afrika-Amerika, telah mengadopsi gaya pakaian Muslim, seperti baju panjang, jenggot yang dibiarkan panjang, terkadang memadukan celana sepanjang betis dengan kemeja panjang – semua terlihat seperti pakaian khas Muslim, demikian seperti dilansir Philly com.

Laki-laki yang memelihara jenggot sering disebut “Philly beard”, seakan menjadi ikon kota itu. Diakui atau tidak mereka meniru pakaian Muslim, tetapi diyakini bahwa gaya seperti itu menjadi kebanggaan.

“Teroris” dan Fashion

Tak jarang kita mendengar berita seorang  Muslim disebut “teroris” hanya karena jenggot  atau pakaiannya. Islamophobia dan kesalahpahaman terhadap Islam yang telah merebak kemana-kemana telah menciptakan image bahwa pria berjenggot adalah “teroris”. Bahkan di Indonesia pun Muslim berjenggot sering dipandang aneh, bahkan buruk. Ironisnya, cap “teroris” bagi pria berjenggot hanyalah ditujukan pada Muslim. Sementara non-Muslim dengan gaya berjenggot dan celana cingkrang hanya dipandang sebagai fashion. Hal ini menunjukkan bahwa bukanlah terletak pada pakaian yang menyebabkan seseorang disebut “teroris”, tetapi pada identitas dan cara pandang.

Baca Juga

Tanggapan Resmi Darusy Syahadah Terhadap Tuduhan BNPT

Dalam pemberitaan Jawa Pos edisi Selasa 2 Februari 2016, disebutkan informasi dari BNPT bahwa diantara ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!