Home / Tafsir / TAFSIR BASMALAH

TAFSIR BASMALAH

tafsir bismillah

Makna Basmalah

Basamalah adalah lafadz bismillahir rahmanir rahim. Adapun makna basmalah adalah saya memulai dengan menyebut nama Allah, mensucikan-Nya sebelum segala sesuatu, memohon pertolongan kepada-Nya dalam segala urusanku, karena Dia lah Robb yang haq untuk diibadahi, Robb Yang memiliki Rahmat atau kasih sayang yang luas, kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu, Robb Yang Maha memberi nikmat yang banyak, Robb Yang selalu melimpahkan karunia, rahmat, dan kebaikan.

Hikmah Basmalah

Ada beberapa hikmah kenapa Allah memulai surat Al Fatihah dan surat-surat yang lain dengan Basmalah (selain surat At Taubah). Di antaranya adalah :

  1. Untuk memberitahukan dan mengingatkan bahwa apa saja yang dibahas dan disebutkan dalam semua surat tersebut adalah haq (kebenaran) dan janji yang benar bagi seluruh manusia. Semua janji, kasih sayang, kebaikan, petunjuk, dan apa saja yang dikandung surat-surat tersebut akan Allah tepati dan penuhi.
  2. Sebagai petunjuk disunnahkannya memulai segala amal dan pekerjaan dengan mengucapkan basmalah terlebih dahulu.
  3. Menggapai Ma’unah & Taufiq-Nya (pertolongan dan petunjuk-Nya).
  4. Untuk menyelisihi orang-orang kafir yang memulai pekerjaan mereka dengan nama-nama tuhan dan para pemimpin mereka.

Sebagian ulama mengatakan,”Sesungguhnya Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) mengandung semua syari’at, karena ia menunjukkan Dzat dan sifat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Apakah Basmalah merupakan ayat dari surat dalam Al Qur’an ?

Para Ulama berselihih pendapat tentang Basmalah. Apakah ia bagian dari surat Al Fatihah dan surat-surat yang lainnya atau tidak ? Ada tiga perbedaan pendapat :

Malikiyah dan Hanafiyah berpendapat bahwa Basmalah bukan bagian dari surat Al Fatihah dan surat-surat lainnya, kecuali surat An Naml. Basmalah merupakan bagian dari surat An Naml yang terletak di pertengahannya. Berdasarkan Hadits Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata,”Saya sholat bersama Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dan belum pernah mendengar satupun di antara mereka yang membaca “Bismillahirrahmanirrahim”. (HR. Muslim & Ahmad)

Artinya bahwa penduduk Madinah tidak membaca Basmalah dalam sholat mereka di Masjid Madinah. Hanafiyah berpendapat bahwa Basmalah dibaca bersama Al Fatihah oleh seseorang yang sholat sendirian secara sir (pelan) dalam setiap roka’at. Basmalah adalah bacaan, tapi ia bukan bagian dari surat, ia merupakan pemisah antara surat satu dengan yang lain.

Malikiyah berpendapat bahwa Basmalah tidak dibaca dalam sholat-sholat wajib, baik sholat jahr (dengan bacaan keras) maupun sholat sirr (dengan bacaan pelan), tidak dalam fatihah maupun surat-surat yang lain, dan boleh dibaca dalam sholat-sholat nafilah (sunnah). Imam Qurthubi mengatakan bahwa pendapat yang benar adalah pendapat Imam Malik. Karena Al Qur’an tidak ditetapkan dengan hadits-hadits ahad, akan tetapi dengan jalur mutawatir Qoth’iy yang tidak ada perselisihan. (Tafsir Imam Qurthubi : I/93). Akan tetapi ini tidak kuat. Karena tidak setiap ayat harus mutawatir.

Abdullah bin Mubarok mengatakan bahwa ia merupakan ayat dari setiap surat, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas ia berkata,

بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا فِى الْمَسْجِدِ إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ)

”Suatu hari kami bersama Rasulullah, tiba-tiba beliau tidur ringan, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum, maka kami berkata,”Wahai Rasulullah, Apa yang menjadikan anda tersenyum ? Beliau menjawab,”Baru saja telah diturunkan kepada saya sebuah surat”. Lalu beliau membaca,”Bismillahirrahmanirrahim, 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. 3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus. (QS. Al Kautsar : 1-3)”.

Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa Basmalah adalah sebuah ayat dari surat Al Fatihah, wajib dibaca ketika sholat. Akan tetapi Hanabilah berpendapat sebagaimana pendapat Hanafiyah, bahwa Basmalah dibaca sirron (pelan) dan tidak dijahrkan (atau dikeraskan). Syafi’iyah berpendapat bahwa Basmalah dibaca sirr (pelan) dalam sholat sirriyyah, dan dijahrkan (keraskan) dalam sholat jahriyah sebagaimana dijahrkannya Al Fatihah. Dalil yang menunjukkan bahwa basmalah adalah ayat dari surat Al Fatihah adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dari Abu Huroiroh dari Nabi ﷺ ia berkata,” Apabila kalian membaca “Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin”, maka bacalah “Bismillahirrahmaanirrahiim” , karena ia adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As Sab’u Al Matsani, dan “Bismillahirrahmaanirrahiim” adalah salah satu ayatnya”. (sanadnya shohih)

Adapun dalil yang menunjukkan tentang menjahrkan Basmalah dari Syafi’iyah adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi fdfa menjahrkan Bismillahirrahmanirrahim. Basmalah dibaca dalam sholat karena ia juga termasuk ayat dalam Al Qur’an, dengan dalil ia dibaca setelah ta’awudz, maka sunnahnya dijahrkan sebagaimana semua ayat dalam surat Al Fatihah.

Ada keragu-raguan dalam perkataan Asy Syafi’i yang menyatakan bahwa Basmalah adalah ayat dari semua surat, terkadang ia mengatakan : Basmalah adalah ayat dari setiap surat, dan terkadang mengatakan : Basmalah bukan merupakan ayat, kecuali dalam Al Fatihah saja. Dan yang paling benar Basmalah adalah ayat dari setiap surat seperti Al Fatihah, berdasarkan kesepakatan para Sahabat untuk menuliskannya di setiap awal surat kecuali surat Al Baro’ah, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa para Sahabat tidak menuliskan di dalam mushaf apa-apa yang bukan bagian dari Al Qur’an.

Untuk mengurangi dan mencegah perbedaan dari kalangan ulama’ fiqih sebelumnya. Umat bersepakat bahwa Basmalah adalah sebuah ayat dari surat An Naml, dan boleh menuliskannya dalam setiap kitab-kitab ilmu dan surat-surat. Kalau penulis kitab tersebut adalah seorang penyair atau penulis kitab syair, maka Asy Sya’bi dan Az Zuhri melarangnya. Sedangkan Sa’id bin Jubair dan banyak kalangan ulama’ muta’akhirin membolehkannya.

Keutamaan Basmalah

Basmalah adalah Obat dan Penolong

Ali Karromallahu wajhah mengatakan,”Bismillah adalah obat dari setiap penyakit, dan membantu menyembuhkannya. Adapun Ar Rahman adalah penolong setiap orang yang beriman kepada-Nya, dan ia merupakan nama yang tidak boleh dinamakan kepada selain-Nya. Sedangkan Ar Rahiim adalah kasih sayang bagi siapa saja yang bertaubat, beriman dan beramal sholih.”

Basmalah adalah pembuka Al Qur’an.

Al Qur’an diawali dengan Basmalah. Semua surat dalam Al Qur’an juga diawali dengan Basmalah, kecuali surat At Taubah.

Terlindung dari syetan ketika makan.

Sebelum makan ucapkanlah Basmalah sehingga syetan tidak turut menikmati makanan kita. Rasulullah ﷺ bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِىَ فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِى أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan : “Bismillahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. At Tirmidzi)

Menghalangi pandangan Jin

Jin dapat melihat manusia, tapi manusia tak bisa melihat jin. Untuk menghalangi pandangan jin, ucapkanlah Basmalah ketika hendak melepaskan pakaian. Rasulullah ﷺ bersabda :

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah Bismillah.” (HR. Tirmidzi)

Menghalangi syetan masuk ke dalam rumah

Membaca Basmalah sebelum masuk rumah dapat mencegah syetan ikut masuk ke dalam rumah. Jika masuk rumah tanpa membaca Basmalah , syetan akan ikut masuk, menginap, dan makan di dalam rumah. Rasulullah ﷺ bersabda :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka syetan akan berteriak,”Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam”. Namun jika dia tidak menyebut Allah ketika masuk maka syetan mengatakan,”Kalian mendapatkan tempat menginap, dan jika dia tidak menyebut Allah ketika makan, maka syetan mengundang temannya,”Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam.” (HR. Muslim)

Syarat Halalnya Hewan Sembelihan

Hewan yang disembelih dengan menyebut Basmalah, dagingnya halal dimakan. Jika saat disembelih tidak disertai basmalah, dagingnya haram dimakan. Allah SWT berfirman :

Ÿwur (#qè=à2ù’s? $£JÏB óOs9 ̍x.õ‹ãƒ ÞOó™$# «!$# Ïmø‹n=tã ¼çm¯RÎ)ur ×,ó¡Ïÿs9 3 ¨bÎ)ur šúüÏÜ»u‹¤±9$# tbqãmqã‹s9 #’n<Î) óOÎgͬ!$u‹Ï9÷rr& öNä.qä9ω»yfã‹Ï9 ( ÷bÎ)ur öNèdqßJçG÷èsÛr& öNä3¯RÎ) tbqä.Ύô³çRmQ ÇÊËÊÈ

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya[Yaitu dengan menyebut nama selain Allah]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. (QS. Al An’am : 121)

Kandungan Surat Al Fatihah

Dan di antara dari asror (rahasia-rahasia) yang di kandung surat Al-fatihah adalah :

  1. Ia mengandung tauhid, mengetahui dzat yang maha tinggi, dan asma’ serta sifat yang menunjukkan atas-Nya, ia juga merupakan ta’kid (penguat) tauhid rububiyah dan uluhiyah, dan sempurnannya rasa tawakkal serta penyerahan perkara hanya kepada-Nya, dan bagi-Nya seluruh pujian, dan di tangan-Nya seluruh kebaikan.
  2. Keyakinan akan penyembuhan mutlaq dan sempurna, nikmat yang sempurna terkandung di dalamnya, serta mencukupkan dari jampi-jampi dan pengobatan-pengobatan yang lain, dan dengannya terbukalah pintu kebaikan dan terhindar dari kejelekan.
  3. Al-fatihah mengandung rodd dan Ibtol (bantahan-bantahan) terhadap pernyataan-pernyataan bid’ah, bathil dan merusak.Dan ia adalah merupakan metode yang benar dan jelas dalam membantah pernyataan-pernyataan tersebut.
  4. Barang siapa yang menela’ahnya, berlindung dengannya dan berpegang teguh dengan memahaminya dan membacanya dengan sadar dan pengetahuan yang sempurna maka ia adalah merupakan obat baginya, perlindungan baginya, dan cahaya yang jelas, maka ia tidak akan terjerumus dalam kesyirikan dan kebid’ahan, dan ia tidak akan tertimpa suatu penyakit dari penyakit-penyakit hati.
  5. Ia merupakan kunci yang besar bagi simpanan-simpanan dunia dan akhirat, maka barang siapa yang mempergunakan kunci ini dengan baik maka ia akan sampai pada simpanan-simpanan tersebut tanpa hambatan.

 

 

Penulis: Ust. Taufiqurrahman

Editor: Yazid Abu Fida’

Baca Juga

Isti’adzah

Pengertian isti’adzah : Secara bahasa : أَعُوْذُ adalah pecahan (musytaq) dari kata العَوْذُ , dan ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

Telah Dibuka! Pendaftaran Santri Baru Gelombang Pertama Tahun Pelajaran 2018/2019!Klik Di Sini!!!